Yield Tinggi Investasi Apartemen di Kawasan Kampus

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Agustus 2017 mengulas secara lengkap. Disebutkan indekost atau mengontrak rumah adalah alternatif paling umum yang sejak dulu telah dilakukan para mahasiswa perantau yang tengah melanjutkan pendidikan tingginya di suatu daerah yang terbilang baru.

Selain lebih murah, tinggal di kost-kostan juga dapat menghemat biaya transportasi karena lokasi kost biasanya berada tidak jauh dari area se putaran kampus. Meski begitu, memilih hidup di kost memang bukanlah satu-satunya pilihan bagi para anak rantau tersebut.

Sebab, bagi mereka yang berasal dari keluarga mapan, umumnya memilih membeli rumah dengan harapan dapat ditinggali sekaligus investasi. Belakangan, investasi potensial di kawasan kampus ini juga mulai dilirik sejumlah pengembang dan menterjemahkannya dengan mengembangkan hunian yang lebih modern dan praktis berbentuk apartemen.

Senior Associate Director Col-liers International Indonesia Ferry Salanto, menuturkan, tumbuhnya apartemen di wilayah universitas tak terlepas dari bebagai faktor, selain lebih praktis dan lebih fleksibel bagi mahasiswa, biaya sewa apartemen yang tidak terpaut jauh dengan kos-kosan atau rumah yang berstandar tinggi.

“Menyewa apartemen buat mahasiswa menjadi menarik karena terkesan ekslusif, keamanan yang lebih baik dan tentunya masalah privasi yang lebih terjamin dibandingkan kost-kostan yang banyak mengatur masalah privasi,” ujar Ferry.

Ditambahkan jika developer dapat menentukan target yang tepat serta mampu memahami karakter kemauan mahasiswa, maka developer dapat de ngan mudah menawarkan dan menjual unit apartemennya kepada pembeli.

Pesatnya pertumbuhan apartemen yang menyasar mahasiswa saat ini dapat dengan mudah dilihat di beberapa kawasan yang menjadi basis kota pendidikan seperti Jakarta, Depok, Bandung, Semarang dan Yogyakarta.

Depok misalnya. Depok adalah kota dengan penduduk berstatus mahasiswa yang terbilang besar.Tercatat, ada lebih dari 70 ribu mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas baik negeri maupun swasta tinggal di kota ini. Sebut saja, Universitas Indonesia (UI), Universitas Gunadarma, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Universitas Pancasila, serta Bina Sarana Informatika (BSI).

Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah dengan hadirnya belasan ribu mahasiswa baru setiap tahunnya. Sebagai contoh, salah satu universitas negeri terbesar, yaitu Universitas Indonesia saat ini memiliki lebih dari 47.166 mahasiswa dan 309 orang mahasiswa asing yang mengikuti program bergelar maupun nongelar.

Sedangkan di tahun 2017 ini saja, UI menerima lebih dari 3000 mahasiswa. Penelusuran Properti Indonesia, saat ini tercatat ada lebih dari sepuluh proyek apartemen yang sudah dan tengah dibangun dengan lokasi yang saling berdekatan di Kota Depok. Beberapa apartemen, seperti Apartemen Margonda Residence I-V, Apartemen Taman Melati I dan II, Park View Condominium, Saladin Square, Atlanta Residence, Envancio Apartment, Adhigriya Pangestu Apartment, Pesona Square, Dave Apartment, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Perkembangan hunian high-end di Margonda adalah pilihan yang tepat, di tengah terbatasnya lahan hunian dan meningkatnya permintaan tempat tinggal.

Meninjau Margonda, Anda akan terus melihat betapa banyaknya perkembang baik infrastruktur maupun fasilitas umum. Salah satu infrastruktur yang akan mendongkrak kenaikan harga properti adalah rencana pembangunan Tol Depok-Antasari.

Menurut PT. Agung Multi Berjaya selaku pengembang Atlanta Residence, dengan adanya akses tol baru tersebut akan memperkuat Kota Depok sebagai kota satelit yang diminati oleh para commuter.

Tidak hanya kase commuter line, Depok kini memiliki banyak akses menuju Ibu Kota. DIharapkan mampu mengatasi kemacetan yang saat ini masih menjadi permasalahan.

Menurut pengembang pembeli apartemen merupakan investor dari berbagai kalangan. Khusus Atlanta Residence sudah terjual 70 persen unit yang dibeli oleh kalangan dokter RS. Bunda Margonda dan sejumlah dosen-dosen Universitas Indonesia.

Animo yang tinggi ini terbukti dengan adanya kenaikan harga mulai dari penawaran harga semula sebesar Rp490 juta, menjadi Rp650 juta-an. Bila Anda memiliki apartemen di bilangan Margonda, kenaikan per tahun dapat diperkirakan sebesar 10%-12%.

Leave a Comment

Your email address will not be published.